Ancaman bencana di Indonesia seakan tiada habisnya. Misalnya bencana adanya letusan gunung berapi. Hal ini dikarenakan posisi Indonesia yang terletak di ring of fire dan adanya pertemuan beberapa benua yang menjadikan negeri ini " negeri sejuta bencana ". Selain posisi letak geografis Indonesia yang menyebabkan terjadinya bencana juga disebabkan banyaknya gunung berapi yang ada di Indonesia. Gunung berapi merupakan gunung yang mempunyai lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi sebagai tempat keluarnya cairan magma, gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Secara teknis gunung berapi adalah suatu sistem saluran fluida panas yang memanjang dari kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi. Gunung berapi yang ada di Indonesia dapat dibedakan berdasarkan aktivitasnya, proses terjadinya dan tipe letusan dari gunung berapi.
Berdasarkan aktivitasnya gunung berapi dibedakan menjadi tiga yaitu gunung api aktif yaitu gunung berapi yang masih bekerja dan dapat mengeluarkan asap, gempa dan letusan, gunung berapi mati yaitu gunung berapi yang tidak mengeluarkan erupsi, gunung berapi beristirahat yaitu gunung berapi yang meletus sewaktu-waktu. Jenis gunung berapi berdasarkan bentuk dan proses terjadinya yaitu gunung berapi maar berbentuk seperti danau kawah yang terjadi akibat letusan besar, gunung berapi kerucut berbentuk seperti kerucut yang terjadi karena letusan dan lelehan batuan panas dan cair, gunung berapi perisai berbentuk seperti perisai yang terjadi karena lelehan yang keluar dengan tekanan rendah. Sedangkan gunung berapi berdasarkan tipe letusan dibedakan menjadi beberapa yaitu: hawaian, strombolian, merapi, volcanian, pelean, sursteyan, plinian. Gunung berapi tersebut dapat meletus kapan saja untuk kita perlu mengetahui tanda- tanda gunung meletus yaitu: terjadinya peningkatan suhu udara, turunya binatang dari wilayah sekitar puncak gunung, mengeringnya sumber mata air di gunung, layu dan matinya tumbuhan-tumbuhan di kawasan sekitar gunung. Akibat letusan gunung berapi tersebut dapat membawa material berupa gas vulkanik, lava dan aliran pasir serta batu panas, lahar, hujan abu, dan awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel. Selain membawa material yang dikeluarkan gunung berapi juga memberikan dampak negatif yaitu tercemarnya udara dengan abu gunung yang mengandung bermacam-macam gas, semua aktivitas penduduk menjadi lumpuh, lahar guung berapi dapat membakar hutan yang ada di sekitar gunung, material yang dibawa letusan gunung berapi dapat menimbulkan penyakit ISPA. Letusan gunung berapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar misalnya tanah yang dilalui oleh hasil vulkanis sangat baik untuk pertanian, material yang dikeluarkan gunung berapi dapat dijual oleh penambang pasir, meskipun ekosistem rusak, tetapi dalam beberapa waktu akan tumbuh ekosistem baru , munculnya sumber air panas yang keluar secara periodik, daerah yang terkena gunung meletus dapat digunakan untuk didirikan pembangkit listrik, juga dapat menjadi daerah wisata.