Minggu, 19 Maret 2017

BAB 6 Gunung Berapi

   Ancaman bencana di Indonesia seakan tiada habisnya. Misalnya bencana adanya letusan gunung berapi. Hal ini dikarenakan posisi Indonesia yang terletak di ring of fire dan adanya pertemuan beberapa benua yang menjadikan negeri ini " negeri sejuta bencana ". Selain posisi letak geografis Indonesia yang menyebabkan terjadinya bencana juga disebabkan banyaknya gunung berapi yang ada di Indonesia. Gunung berapi merupakan gunung yang mempunyai lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi sebagai tempat keluarnya cairan magma, gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Secara teknis gunung berapi adalah suatu sistem saluran fluida panas yang memanjang dari kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi. Gunung berapi yang ada di Indonesia dapat dibedakan berdasarkan aktivitasnya, proses terjadinya dan tipe letusan dari gunung berapi.
 
   Berdasarkan aktivitasnya gunung berapi dibedakan menjadi tiga yaitu gunung api aktif yaitu gunung berapi yang masih bekerja dan dapat mengeluarkan asap, gempa dan letusan, gunung berapi mati yaitu gunung berapi yang tidak mengeluarkan erupsi, gunung berapi beristirahat yaitu gunung berapi yang meletus sewaktu-waktu. Jenis gunung berapi berdasarkan bentuk dan proses terjadinya yaitu gunung berapi maar berbentuk seperti danau kawah yang terjadi akibat letusan besar, gunung berapi kerucut berbentuk seperti kerucut yang terjadi karena letusan dan lelehan batuan panas dan cair, gunung berapi perisai berbentuk seperti perisai yang terjadi karena lelehan yang keluar dengan tekanan rendah. Sedangkan gunung berapi berdasarkan tipe letusan dibedakan menjadi beberapa yaitu: hawaian, strombolian, merapi, volcanian, pelean, sursteyan, plinian. Gunung berapi tersebut dapat meletus kapan saja untuk kita perlu mengetahui tanda- tanda gunung meletus yaitu: terjadinya peningkatan suhu udara, turunya binatang dari wilayah sekitar puncak gunung, mengeringnya sumber mata air di gunung, layu dan matinya tumbuhan-tumbuhan di kawasan sekitar gunung. Akibat letusan gunung berapi tersebut dapat membawa material berupa gas vulkanik, lava dan aliran pasir serta batu panas, lahar, hujan abu, dan awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel. Selain membawa material yang dikeluarkan gunung berapi juga memberikan dampak negatif yaitu tercemarnya udara dengan abu gunung yang mengandung bermacam-macam gas, semua aktivitas penduduk menjadi lumpuh, lahar guung berapi dapat membakar hutan yang ada di sekitar gunung, material yang dibawa letusan gunung berapi dapat menimbulkan penyakit ISPA. Letusan gunung berapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar misalnya tanah yang dilalui oleh hasil vulkanis sangat baik untuk pertanian, material yang dikeluarkan gunung berapi dapat dijual oleh penambang pasir, meskipun ekosistem rusak, tetapi dalam beberapa waktu akan tumbuh ekosistem baru , munculnya sumber air panas yang keluar secara periodik, daerah yang terkena gunung meletus dapat digunakan untuk didirikan pembangkit listrik, juga dapat menjadi daerah wisata. 












BAB 5 Tanah Longsor

    Di Indonesia bencana sering kali terjadi. Bencana yang menimpa Indonesia tersebut biasanya disebabkan oleh alam, manusia dan sosial. Salah satu bencana yang menimpa Indonesia yaitu tanah longsor. Bencana tanah longsor merupakan peristiwa geologi yang terjadi karena adanya pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan maupun gumpalan besar tanah. Penyebab utama terjadinya bencana tanah longsor adalah adanya gaya gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam. Dapat dikatakan penyebab tanah longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam yang menyebabkan tanah longsor yaitu: struktur geologi, bekas longsoran, kemiringan lereng, bidang diskontinuitas, curah hujan, kandungan air pori tanah, kondisi tanah, kondisi batuan, erosi, litologi, getaran dan aktivitas gunung berapi.
      Selain faktor alam dapat menyebabkan bencana tanah longsor faktor manusia juga menyebabkan bencana tanah longsor yaitu: adanya aktivitas penggundulan hutan oleh manusia, pemotongan tebing, lereng yang terjang, jenis tata lahan, sistem drainase, kegiatan pertambangan, penimbunan material dan sampah. Tanah longsor biasanya terjadi di daerah sekitar kawasan pegunungan atau perbukitan yang curam. Sebelum terjadinya bencana tanah longsor biasanya di dahului dengan tanda-tanda awal tanah longsor. Tanda-tanda bencana tanah longsor tersebut harus dimengerti oleh masyarakat karena bencana tanah longsor dapat terjadi kapan saja untuk itu mayarakat di sekitar daerah pegunungan harus selalu siap dan siaga apabila sewaktu-waktu terjadi bencana tanah longsor. Tanda-tanda tanah longsor tersebut biasanya: apabila setelah hujan  di lereng muncul retakan yang arahnya sejajar dengan tebing, air di sekitar lereng brubah warna menjadi keruh, muncul mata air baru secara tiba-tiba, terjadi amblesan tanah pada beberapa lokasi, timbul rembesan air lumpur pada lereng, terjadi perubahan pada bangunan, rumah yang tampak miring,adanya retakan pada dinding rumah, terdengar suara gemuruh. Pada saat terjadi bencana tanah longsor maka hal yang harus dilakukan yaitu: apabila memungkinkan menghubungi aparat pemerintah setempat, mencari ke tempat yang aman apabila berada di dalam rumah. Tanah longsor tersebut dapat dicegah dengan tidak memotong tebing, tidak menggali tanah di bawah lereng, tidak menebang pohon, tidak membuka lahan persawahan di derah pegunungan, tidak membangun fasilitas disekitar tebing, membuat sistem drainase yang baik, membuat bangunan penahan berupa jangkar.

Sabtu, 18 Maret 2017

BAB 4 Tsunami

    Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia silih berganti datangnya dan tidak dapat diprediksi sebelumnya. Misalnya saja bencana alam tsunami yang pernah melanda Indonesia yang terjadi pada akhir 2004 lalu. Tsunami yang melanda Aceh tersebut merupakan akibat dari gempa bumi dahsyat yang terjaddi di Samudra Hindia, lepas pantai daerah Aceh. Gempa tersebut merupakan gempa yang dahsyat dengan berkekuatan 9,3 SR dan merupakan gempa bumi paling dahsyat selama kurun waktu 40 tahun terakhir yang menghantam Asia Tenggara dan Asia Selatan. Akibat dari gempa bumi dahsyat tersebut menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga memporak porandakan permukiman serta infrastruktur yang ada di daerah tersebut. Sehingga bencana alam tsunami tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi warga masyarakat yang bertempat tinggal di daerah dekat dengan pantai. 
     Secara geografis wilayah Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana alam misalnya tsunami yang bisa melanda Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa, Sulawesi, Bali. Bencana tsunami menurut penyebabnya dapat dibagi menjadi 3 penyebab yaitu: gempa di dasaar laut, letusan gunung berapi di dasar laut, dan longsor yang terjadi di dasar laut. Diantara 3 penyebab tersebut gempa merupakan penyebab utama terjadinya bencana tsunami. Sebelumnya juga harus mengetahui gejala-gejala akan terjadinya tsunami yaitu : terjadinya gempa bumi di tengah laut dengan kekuatan besar, binatang gelisah, burung-burung menjauhi pantai, timbul gelombang pasang, muncul ombak yang kuat, terdengar suara yang bergemuruh dari tengah laut, terdengar bau garam dan belerang yang sangat menusuk seperti bau telur busuk. Bencana tsunami tersebut kadang tidak dapat diperkirakan sebelumnya maka harus berhati-hati misalnya pada saat berada di daerah pantai terasa goncangan yang hebat maka segera berlari ke daerah yang tinggi, jika sedang berada di kapal maka jangan meminggirkan kapal ke pingir pantai, tetapi arahkan kapal ke laut. Apabila tsunami tersebut telah terjadi di daerah yang dekat dengan pantai maka harus melakukan langkah-langkah berikut : melaksanakan evakuasi secara intensif, melakukan pengelolaan pengungsi, mencari korban hilang, menghidupkan jalur logistik, memulihkan jalur komunikasi antardaerah/kota, menggunakan dana pemerintah/sumbangan dengan baik dan setepat mungkin. Dampak akibat terjadinya tsunami sungguh luar biasa sehingga dapat menimbulkan trauma yang mendalam bagi mayarakat yang mengalaminya, untuk itu hal yang harus diberikan kepada masyarkat tersebut dengan semangat dan dorongan agar bisa menjalani kehidupan ke depannya dengan baik dan mempersiapkan masyarakat agar lebih waspada dan siaga.

Kamis, 16 Maret 2017

BAB 3 Gempa Bumi

     Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang sering terjadi di negara Indonesia hal ini di sebabkan oleh letak indonesia yang berada pada 3 lempeng besar yang telah dibahas pada bab sebelumnya. Akibat dari letak Indonesia tersebut maka daerah di sepanjang ring of fire dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Banda dan Maluku rawan terhadap bencana alam. Bencana alam gempa bumi yaitu peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi dari dalam perut bumi secara tiba-tiba sehingga menciptakan gelombang seismik, yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Gempa bumi sendiri dapat terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan tersebut terlalu besar untuk dapat ditahan. Penyebab terjadinya gempa bumi menurut penyebabnya ada empat yaitu gempa vulkanik, gempa runtuhan, gempa buatan dan gempa tektonik. Gempa bumi vulkanik ini disebabkan oleh letusan gunung berapi akibat dari pergerakan secara terus menerus dari magma dan cairan yang bersifat hidrotermal di bawah gunung berapi sehinga menyebabkan perubahan suhu dan suhu tersebut menjadi naik yang mengakibatkan aktivitas pada gunung berapi meningkat. Gempa runtuhan tersebut bukan berasal dari runtuhnya goa-goa raksasa yang terdapat di dalam bumi tetapi berasal dari bawah tanah, penggalian kapur dan sejenisnya dan gempa ini biasanya getarannya sangat kecil.
      Gempa buatan juga bisa menyebabkan terjadinya gempa bumi misalnya pada percobaan nuklir yang getaran bisa menyebabkan terjadinya gempa bumi dan gelombang yang dihasilkan dapat menjalar di dalam bumi sehingga dapat terekam oleh seismograph. Gempa tektonik disebabkan oleh pergeseran lempeng-lempeng tektonik yang ada di lapisan kerak bumi. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan dan paling sering terjadi di Indonesia. Akibat dari gempa bumi tersebut yaitu bangunan-bangunan roboh, kebakaran, jatuhnya korban jiwa, jalan menjadi putus, tanah longsor akibat yang ditimbulkan oleh guncangan gempa bumi, banjir akibat rusaknya tanggul, tsunami akibat gelombang besar yang terjadi di laut. Agar bencana gempa bumi yang sering terjadi di Indonesia tersebut dapat di kurangi dampaknya maka pemerintah harus melakukan mitigasi bencana gempa bumi. Mitigasi bencana gempa bumi merupakan langkah-langkah untuk mengurangi dampak buruk bencana sebelum bahaya tersebut terjadi, langkah- langkah tersebut yaitu pemetaan, relokasi permukiman penduduk, prediksi gempa bumi, kontruksi tahan gempa, pembuatan jalur dan rambu evakuasi, penyiapan alat untuk mitigasi, pembentukan satuan tugas. Apabila bencana gempa bumi tersebut datang secara tiba-tiba dan belum di mitigasi sebelumnya maka pada saat terjadi gempa bumi tersebut harus melakukan hal-hal sebagai berikut yaitu apabila di dalam ruangan masuk kedalam bawah meja, menggunakan tangga darurat apabila sedang di gedung bertingkat, apabila berada di luar ruangan cari tanah lapang, meminggirkan mobil di pinggir jalan apabila berada di dalam mobil dan segera keluar dari mobil, menjauhi pantai dan mencari daerah yang aman apabila sedang berada di pantai.

BAB 2 Negara Sejuta Bencana

       Negara Indonesia termasuk negara yang rawan terhadap bencana. Hal ini disebabkan karena negara Indonesia berdiri di atas pertemuan lempeng-lempeng tektonik besar yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan lempeng Pasifik, akibatnya negara berada diatas jalur gempa, patahan-patahannya menyebabkan gempa. Selain itu negara Indonesia juga merupakan jalur rawan gunung berapi. Bencana sendiri merupakan peristiwa yang mengancam kehidupan manusia, yang ditimbulkan oleh faktor-faktor alam maupun ulah manusia yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, serta dampak psikologis. Bencana yang terjadi di Indonesia ada beberapa macam yaitu bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial. Bencana alam merupakan bencana yang di akibatkan oleh peristiwa alam yaitu berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Bencana non alam merupakan bencana yang disebabkan oleh peristiwa non alam yaitu berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
       Selain bencana alam dan non alam yang terjadi Indonesia juga mengalami bencana sosial yang merupakan bencana yang disebabkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok, atau antarkomunitas masyarakat dan teror. Oleh karena Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan bencana, Indonesia seharusnya mempunyai standar penanganan yang baik terhadap dampak bencana dan memiliki kesadaran untuk bertindak arif terhadap alam. Penanganan terhadap bencana merupakan langkah wajib yang harus dilakukan pemerintah, masyarakat yang sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 yang berisi antara lain memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana, menyelaraskan peraturan perundang-undangan yang sudah ada, menjamin terselengaranya penanggulangan bencana secara terencana, menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam penanggulangan bencana yang terjadi Pemerintah juga membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana  yaitu lembaga pemerintahan nondepartemen setingkat menteri. Tugas dari BNPB tersebut antara lain memberikan pedoman dan pengarahan terhadap penanggulangan bencana, menetapkan standardisasi dan kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan perundangan, menyampaikan informasi kepada masyarakat. Upaya penanggulangan bencana secara umum meliputi dua hal yaitu predisaster dan postdisaster, tetapi penanggulangan tersebut membutuhkan biaya serta alokasi sumber daya yang sangat besar, sehingga diperlukan manajemen bencana dengan baik. Manajemen bencana tersebut merupakan suatu proses terencana yang dikelola dengan baik dan aman melalui tiga tahapan yaitu (1) Pra-Bencana, (2) Saat Bencana dan (3) Pasca- Bencana.

Rabu, 15 Maret 2017

BAB 1 Pemanasan Global

        Pemanasan Global sudah terjadi ditengah kehidupan kita sekarang ini, sebagai bukti adanya pemanasan global dapat dilihat dari berbagai aspek mulai dari lingkarang tahun pada pohon, endapan danau sampai koral, serta gelembung udara yang terjebak di inti es. Pemanasan Global terjadi akibat adanya efek rumah kaca. Hal ini disebabkan karena di dalam rumah kaca suhunya lebih tinggi daripada di luar rumah kaca karena cahaya matahari yang menembus kaca akan dipantulkan kembali oleh benda-benda di dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas berupa gelombang sinar inframerah. Namun, gelombang panas tersebut terperangkap di dalam ruangan rumah kaca dan tidak bercampur dengan udara dingin di luar ruangan. Gas rumah kaca dapat dihasilkan baik secara alamiah maupun dari hasil kegiatan manusia. Kegiatan manusia yang dapat menghasilkan gas rumah kaca misalnya kegiatan industri, penyediaan energi listrik, transportasi, dan hal lain yang bersifat membakar suatu lahan. Sedangkan peristiwa alamiah yang menghasilkan gas rumah kaca misalnya berasal dari letusan gunung berapi, rawa-rawa, kebakaran hutan, peternakan,bahkan bernafas juga menghasilkan gas rumah kaca.
        Mekanisme kerja gas rumah kaca yaitu lapisan atmosfer terdiri dari troposfer, stratosfer, mesosfer dan termosfer, sekitar 35% dari radiasi matahari tidak sampai ke bumi sisanya 65% masuk kedalam troposfer. Di dalam troposfer 14% diserap oleh uap air, debu, dan gas-gas tertentu sehingga hanya 51% sampai ke permukaan bumi. Sehingga radiasi yang diterima bumi sebagian diserap dan sebagian dipantulkan. Radiasi yang diserap dipancarkan kembali dalam bentuk sinar inframerah. Sinar inframerah yang terperangkap di di dalam lapisan troposfer menyebabkan suhu udara di troposfer dan permukaan bumi menjadi naik dan terjadilah efek rumah kaca. Akibat yang ditimbulkan oleh efek rumah kaca yaitu meningkatnya suhu permukaan bumi, mencairnya es-es di kutub, meningkatnya suhu air laut, penyebab global warming dan perubahan iklim. Selain dampak negatif yang di dapat dari efek rumah kaca juga terdapat dampak positif adanya efek rumah kaca yaitu menjadikan suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makluk hidup, dapat membuat manusia berhemat dalam penggunaan bahan bakar, menjadikan manusia sadar bahwa pohon dan hutan memiliki arti penting bagi kelangsungan hidup, menjadikan manusia kreatif dalam mengolah limbah.