Sabtu, 18 Maret 2017

BAB 4 Tsunami

    Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia silih berganti datangnya dan tidak dapat diprediksi sebelumnya. Misalnya saja bencana alam tsunami yang pernah melanda Indonesia yang terjadi pada akhir 2004 lalu. Tsunami yang melanda Aceh tersebut merupakan akibat dari gempa bumi dahsyat yang terjaddi di Samudra Hindia, lepas pantai daerah Aceh. Gempa tersebut merupakan gempa yang dahsyat dengan berkekuatan 9,3 SR dan merupakan gempa bumi paling dahsyat selama kurun waktu 40 tahun terakhir yang menghantam Asia Tenggara dan Asia Selatan. Akibat dari gempa bumi dahsyat tersebut menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga memporak porandakan permukiman serta infrastruktur yang ada di daerah tersebut. Sehingga bencana alam tsunami tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi warga masyarakat yang bertempat tinggal di daerah dekat dengan pantai. 
     Secara geografis wilayah Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana alam misalnya tsunami yang bisa melanda Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa, Sulawesi, Bali. Bencana tsunami menurut penyebabnya dapat dibagi menjadi 3 penyebab yaitu: gempa di dasaar laut, letusan gunung berapi di dasar laut, dan longsor yang terjadi di dasar laut. Diantara 3 penyebab tersebut gempa merupakan penyebab utama terjadinya bencana tsunami. Sebelumnya juga harus mengetahui gejala-gejala akan terjadinya tsunami yaitu : terjadinya gempa bumi di tengah laut dengan kekuatan besar, binatang gelisah, burung-burung menjauhi pantai, timbul gelombang pasang, muncul ombak yang kuat, terdengar suara yang bergemuruh dari tengah laut, terdengar bau garam dan belerang yang sangat menusuk seperti bau telur busuk. Bencana tsunami tersebut kadang tidak dapat diperkirakan sebelumnya maka harus berhati-hati misalnya pada saat berada di daerah pantai terasa goncangan yang hebat maka segera berlari ke daerah yang tinggi, jika sedang berada di kapal maka jangan meminggirkan kapal ke pingir pantai, tetapi arahkan kapal ke laut. Apabila tsunami tersebut telah terjadi di daerah yang dekat dengan pantai maka harus melakukan langkah-langkah berikut : melaksanakan evakuasi secara intensif, melakukan pengelolaan pengungsi, mencari korban hilang, menghidupkan jalur logistik, memulihkan jalur komunikasi antardaerah/kota, menggunakan dana pemerintah/sumbangan dengan baik dan setepat mungkin. Dampak akibat terjadinya tsunami sungguh luar biasa sehingga dapat menimbulkan trauma yang mendalam bagi mayarakat yang mengalaminya, untuk itu hal yang harus diberikan kepada masyarkat tersebut dengan semangat dan dorongan agar bisa menjalani kehidupan ke depannya dengan baik dan mempersiapkan masyarakat agar lebih waspada dan siaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar